Robyan : UMKM Penyangga Perekonomian Daerah
Kepala
Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi (Perindagkop) dan UMKM
Kaltim HM Yadi Robyan Noor.foto:ist
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA-
Kepala
Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi (Perindagkop) dan UMKM
Kaltim HM Yadi Robyan Noor
menjelaskan, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi, dan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan
daerah, khususnya untuk membuka kesempatan berusaha dan bekerja hingga mampu
meningkatkan kesejahtreraan masyarakat.
“Keberadaan
UMKM dan koprasi selama ini, sudah teruji dan bisa bertahan dalam
melawan arus ekonomi global yang terus berkembang. Oleh karena itu UMKM
harus mendapat dukungan dari
pemerintah daerah maupun pemerintah
pusat maupun kontribusi pihak terkait lainnya,”kata Robi panggilan akrab HM Yadi
Robyan Noor, usai mengikuti Rapat
Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2021 secara virtual di Ruang Heart of Borneo lantai 2
Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (25/8/2021).
Robi
mengatakan, Disperindagkop bertanggungjawab untuk membantu UMKM dan Koperasi di Kaltim untuk terus bertahan dan eksis di tengah pandemi Covid-19, Dengan begitu, roda perekonomian Kaltim terus
berputar dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat.
“Alhamdulillah, para pelaku UMKM dan koperasi kita mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat melalui
program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), bantuan pusat
tersebut sampai hari ini senilai
Rp 450 miliar, sehingga bisa
mereka bisa bertahan dan bangkit
lagi serta eksis kembali dalam
melakukan usahanya dan perekonomian bisa bergulir kembali,”tandasnya.
Robi menambahkan, jumlah UMKM di Kaltim 307 ribu lebih, dari jumlah
tersebut sebanyak 1,5 juta orang libih
menggantukan hidupnya disana, untuk itu perhatian presiden RI Joko Widodo
maupun Gubernur Kaltim memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM yang terdiri jasa, dagang, kuliner, kerajinan, pengelohan
dan sebagainya untuk bisa eksis dalam
upaya pemulihan ekonomi maupun untuk kesejahteraan rakyat.
“Untuk pengembangan UMKM dan Koperasi, tentu
kami tidak bisa bekerja sendiri, tentu perlu kerjasama pemerintah pusat, dan
kabupaten kota dalam pelaksanaan program,
sehingga UMKM di Kaltim bisa naik kelas, dan kita terus mendampinginya
baik dari sisi produksinya, permodalan maupun
pemasaran hasil prtoduk yang dihasilkan para pelaku UMKM maupun
koperasi,”tandasnya.
Untuk pemasaran, lanjut Robi Disperindagkop
sudah mengawalnya tidak saja di pasar lokal, tetapi juga pasar regional bahkan
global, dan target kita 100 UMKM untuk pasar
global bisa tercapai. termasuk menggunakan transformasi digital, serta
bekerjasama dengan tokopedia, gojek dan lainnya. dengan harapan ekonomi Kaltim
tetap maju.
“Kami mengharapkan kepada para pelaku UMKM
maupun koprasi untuk tetap punya sepirit yang kuat, dan kami akan terus memotivasi dan mendampingi agar
ditengah pandemi Covid-19 yang melanda,
para pelaku UMKM dapat terus bertahan dan eksis, sehingga berdampak pada
gairah perekonomian Kaltim kedepan lebih baik lagi,” pesan Robi.(mar)